Sedang Tayang

Theater 1Theater 2Theater 3Theater 4
The Conjuring - Bioskop Rajawali Purwokerto Elysium - Bioskop Rajawali Purwokerto The Smurf 2 - Bioskop Rajawali Purwokerto Percy Jackson : Sea Of Monsters - Bioskop Rajawali Purwokerto
Jam Tayang
13:45 | 16:00 | 19:00 | 21:15
Tambahan Sabtu & Minggu : 11:15
Jam Tayang
13:30 | 15:45 | 18:45 | 21:00
Tambahan Sabtu & Minggu : 11:00
Jam Tayang
14:00 | 16:00 | 19:00 | 21:00
Tambahan Sabtu & Minggu : 11.30
Jam Tayang
13:30 | 15:45 | 19:15 | 21:15
Tambahan Sabtu & Minggu : 11.30
* Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu

Tentang Rajawali 21

Bioskop Rajawali
Jl. S Parman Purwokerto (arah utara Taman Kota Andang Pangrengan)
Telp. (0281) 639333 / 636003


Rajawali Theater berdiri sekitar tahun 1980. Masa kejayaan gedung bioskop ini paruh waktu 1985-1990. Menurut pengakuan Abdul Muksin, manajer bioskop Rajawali yang sudah bekerja sejak bioskop ini berdiri, gambaran masa kejayaan saat itu adalah dengan penonton yang datang dari pelosok desa dengan menggunakan truk. Mereka menonton film-film sejenis Saur Sepuh yang sebelumnya populer sebagai sandiwara radio. Awalnya, Rajawali hanya punya satu studio berkapasitas 1.000 lebih penonton. Satu ruangan besar tersebut kemudian dibagi jadi dua studio. Dengan bertambahnya persaingan gedung bioskop di Purwokerto, seperti Srimaya Theater, Kamandaka Theater, President Theater, Nusantara Theatrer, Garuda Theater, dan Dinasty Theater, Rajawali Theater menambah dua ruangan lagi dengan memperbesar lahan bangunan di bagian kiri gedung.

Bersama matinya film-film nasional yang berkualitas, munculnya teknologi digital (kepingan VCD dan DVD), dan merebaknya televisi swasta, bisnis bioskop di kota Purwokerto dan kota-kota kecil lain di Indonesia mengalami penurunan. Banyak yang akhirnya gulung tikar. Sampai saat ini, di Purwokerto hanya tersisa bioskop Rajawali Theater. Secara kasat mata, bisnis bioskop Rajawali sudah tak mampu dipertahankan. Sedikitnya penonton setiap hari jelas tak akan mampu menutup biaya operasional. Rajawali bisa ada sampai sekarang karena kecintaan pemiliknya pada bisnis film. Kerugian Rajawali selama ini ditutup dari bisnis yang lain, seperti bisnis pabrik kosmetik, roti, dan rambut. Kendalanya: penonton sekarang sangat berbeda dengan saat bioskop masih berjaya. Apalagi untuk jenis film-film impor sangat berkurang peminatnya. Jadi film nasional lebih diminati, meskipun bergantung pada filmnya. Tidak bisa dikira film apa yang akan laris. Pihak bioskop sendiri tidak tahu apakah film yang mereka dapat sudah beredar lama, atau bahkan sudah beredar VCD dan DVD-nya. Sejauh ini mereka menerima film apapun yang dikirim oleh distributor (Sanggar Film). Selama suplai film lancar, mereka tidak mengeluh.

Jumlah penonton per hari di Rajawali Theater susah ditakar. Apalagi Rajawali Theater memiliki empat layar, yang tidak setiap jam memutar film. Untuk mengantisipasi kerugian, pihak manajemen menerapkan aturan bila penonton di bawah 10 orang, film tidak akan diputar. Calon penonton boleh menukar kembali tiketnya, atau menukar tiket untuk menonton film di ruang lain. Manajemen Rajawali akan tetap memajang suatu film, walau tidak laku sekalipun, selama belum ada permintaan dari distributor untuk menurunkan film tersebut. Bila distributor melihat masih banyak penonton, maka besar kemungkinan film itu tetap bertahan. Pihak bioskop sendiri yakin bahwa Rajawali Theater punya penggemarnya sendiri, meski tidak banyak.

Sumber informasi : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=13318351
Sumber peta : http://wikimapia.org/

5 comments:

Tyok said...

Rajawali 21 adalah salah satu bioskop di Purwokerto, sekarang mungkin tak seramai jaman dulu, sekedar masukan saja agar Rajawali menjadi laris seoerti dulu.
tampilan dibikin menarik dan filem harus update terus. interior dan sound system serta taman dan parkiran dibikin semenarik mungkin.

Anonymous said...

Cinta Tapi Beda kapan diputer ?

Anonymous said...

Di bersihin donk.. Biar menarik.. Interior biar.. Ngga kapok yg pertama nntn.. Sy pribadi setelah coba ke rajawali.. Kurang terkesan.. Semoga dapat di benahi.. Karna saya seorang konsumen..

pulsa murah said...

Asal filmya baru baru dan tidak ketinggalan dengan kota besar seperti jakarta, saya kira makin lama makin banyak penggemarnya dan akan tetap menonton di bisokop Rajawali tercinta. Tetap lebih seru,tegang,asyik nonton di layar lebar daripada di rumah pakai TV.

mj _ditya said...

Setuju, sebagai konsumen, serta pecinta film layar lebar. Yang dicari oleh kami adalah film yang up 2 date, bahkan kami rela menonton d premiere dengan harga yang lebih mahal demi menjadi penonton pertama

Kenyamanan, kebersihan, oia satu lagi nomor kursi biar tidak terkesan murahan
Dan kalau bisa, pemesanan tiket tidak harus bbrp menit sebelum film diputar, tolong manajemen diperbaiki
Sukses buat rajawali 21