Sedang Tayang

Wonder Woman - Bioskop Rajawali Purwokerto Pirates Of The Caribbean : Salazar's Revenge - Bioskop Rajawali Purwokerto The Mummy - Bioskop Rajawali Purwokerto 47 Meters Down - Bioskop Rajawali Purwokerto
Jam Tayang
11:15 | 13:45 | 16:10 | 18:50 | 21:15
Jam Tayang
11:30 | 13:45 | 16:00 | 19:00
Jam Tayang
12:00 | 14:00 | 16:00 | 19:15 | 20:30 | 21:15
Jam Tayang
11:15 | 13:00 | 14:45 | 16:30 | 18:50 | 21:15
# - Bioskop Rajawali Purwokerto # - Bioskop Rajawali Purwokerto # - Bioskop Rajawali Purwokerto # - Bioskop Rajawali Purwokerto
Jam Tayang
-
Jam Tayang
-
Jam Tayang
-
Jam Tayang
-
HTM :
Hari biasa : Rp. 25.000,-
Hari Sabtu/Minggu/Hari libur Nasional : Rp. 30.000,-
* Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu

loading...

29 March 2012

Sampai Ujung Dunia

Sampai Ujung Dunia mengisahkan mengenai tiga orang sahabat, Anissa (Renata Kusmanto), Gilang (Gading Marten) dan Daud (Dwi Sasono), yang semenjak masa kecilnya tumbuh bersama kemudian menemukan diri mereka berada dalam rumitnya persaingan cinta setelah ketiganya terjebak dalam cinta segitiga saat beranjak remaja. Datang dari latar belakang kehidupan yang berbeda, Gilang dan Daud kemudian sama-sama menyatakan rasa suka dan cinta mereka pada Anissa setelah keduanya sama-sama menyelesaikan masa pendidikan sekolah menengah mereka. Tidak ingin agar Gilang dan Daud saling menjauh karena persaingan cinta mereka, Anissa akhirnya memberikan sebuah tantangan kepada keduanya.

Sampai Ujung Dunia - Rajawali 21 Purwokerto





Anissa, yang semenjak masa kecilnya bermimpi untuk dapat berkunjung ke Belanda di mana ia dapat menemukan kembali ibu kandungnya yang telah meninggalkan dirinya, berjanji bahwa ia hanya akan menerima cinta dari pria yang berhasil membawanya ke Belanda terlebih dahulu. Mengingat latar belakang Gilang yang berasal dari keluarga yang berada, Anissa menambahkan bahwa uang yang digunakan haruslah uang yang berasal dari keringat mereka sendiri. Gading dan Daud akhirnya memulai perjuangan mereka untuk meraih cinta Anissa. Sementara itu, Anissa sendiri menyembunyikan sebuah fakta pahit bahwa dirinya saat ini sedang mengidap sebuah penyakit yang dapat merenggut nyawanya kapan saja.

Dengan tema kisah cinta segitiga yang dibauri dengan kisah sentimental tentang perjuangan seorang karakter dalam menghadapi sebuah penyakit yang mematikan – kisah yang akhir-akhir ini sering dieksploitasi oleh banyak pembuat film komersial Indonesia – Monty Tiwa sebenarnya dapat saja mengambil jalan mudah dan membuat filmnya berjalan seringan mungkin, semelankolis mungkin ataupun merangkainya dengan deretan dialog sepuitis mungkin. Namun, Sampai Ujung Dunia melawan setiap ekspektasi dangkal tersebut. Dihadirkan dengan alur cerita yang tidak teratur, Monty Tiwa berusaha untuk menghadirkan Sampai Ujung Dunia secara sederhana, realistis namun tetap mampu hadir romantis.

Tidak seperti kebanyakan film drama romansa sejenis yang berusaha menampilkan deretan dialog yang terdengar puitis untuk menambah atmosfer romansa dan keindahan dari jalan cerita filmnya, Sampai Ujung Dunia justru menghadirkan sisi romansa tersebut dari deretan dialog yang wajar terdengar dalam dialog keseharian. Permasalahan mungkin muncul dari usaha Monty Tiwa yang berusaha menghadirkan dua peristiwa dalam satu penceritaan – kisah perjuangan Gilang dan Daud dalam mewujudkan mimpi Anissa serta dialog yang terjalin antara Gilang dan Daud dengan ibunda Anissa (Tutie Kirana). Datarnya aliran emosi yang terbentuk ketika jalan cerita sedang menghadirkan adegan dialog antara Gilang, Daud dan ibunda Anissa seringkali membentuk sebuah ketimpangan emosi, khususnya ketika dibandingkan dengan penceritaan usaha Gilang dan Daud dalam mewujudkan mimpi Anissa yang mampu dihadirkan lebih berwarna dan menarik.

Directed by Monty Tiwa
Produced by Sumarsono, Garry Aditya
Written by Monty Tiwa, Tino Kawilarang
Starring Gading Marten, Renata Kusmanto, Dwi Sasono, Roy Marten, Chintami Atmanegara, Sudjiwo Tejo, Sita Nursanti, Tutie Kirana, Deddy Mahendra Desta, Iwa K, Dimas Projosujadi, Diaz Ardiawan, Imey Liem
Music by Bongky Marcel, Ganden Bramanto
Cinematography Rollie Markiano
Editing by Cesa David Luckmansyah, Ryan Purwoko Studio Nasi Putih Pictures
Running time 97 minutes
Country Indonesia
Language Indonesian


1 comment:

Obat Kuat said...

postingan yang sangat bagus...